Menelisik Tabir Ganti Rugi Dampak Bendungan Marga Tiga Oleh Tangan Tangan Kekar Diduga Menyusup Dalam Raga BPKP

 Menelisik Tabir Ganti Rugi Dampak Bendungan Marga Tiga Oleh Tangan Tangan Kekar Diduga Menyusup Dalam Raga BPKP

LAMPUNG TIMUR – Ternyata tidak hanya di alami ibu Sikem, yang ganti rugi tanam tumbuhnya musnah akibat hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan ( BPKP ) Perwakilan Lampung, yang di tuding warga tidak objektif dan serampangan,namun akibat hasil audit BPKP juga menyasar terhadap ganti rugi tanam tumbuh milik tiga warga Desa Trimulyo Kecamatan Sekampung Lampung Timur, yakni Rajiman, Sardi dan Misijo.

Berdasarkan laporan hasil audit BPKP nomor PE.04.03/LHP-551/PW08/5/2022 tanggal 19 Desember 2022, ganti rugi tanam tumbuh milik Rajiman sebelumnya adalah Rp.564.188.850;00.akan tetapi setelah di lakukan audit oleh BPKP ternyata nilai ganti ruginya yang di terima hanya Rp.49.995.000;00. dan sisanya sebesar Rp.514.293.850;00. di anggap sebagai kerugian negara, akibat dari adanya tanam tumbuh fiktif dan proses penanaman setelah penetapan lokasi ( penlok ) terdampak.

Lalu selanjut nya ganti rugi tanam tumbuh milik Sardi , berdasarkan perhitungan awal nilai ganti rugi tanam tumbuhnya Rp.785.132.106;00. hasil audit BPKP di nyatakan nol seluruh nya di anggap potensi kerugian negara, akibat keberadaan tanaman dan perikanan di atas lahan tersebut, setelah penetapan lokasi ( penlok ) area terdampak bendungan.

Berikut nya tanam tumbuh milik Misijo, nilai awal ganti rugi sebesar Rp.404.164.900;00. setelah dilakukan audit Ganti Rugi hanya tersisa Rp.262.476.900;00 sementara sisanya sebesar Rp.141.688.000;00. di anggap sebagai potensi kerugian negara karena keberadaan tanam tumbuh tersebut setelah penetapan lokasi ( penlok ) area terdampak dikatakan fiktif.

Dalam laporan BPKP tanggal 19 Desember 2022 ini, di tertulis bahwa uang ganti rugi tanam tumbuh dan lahan milik ketiga warga Desa Trimulyo ini, sudah di bayarkan , namun masih pending di BRI.

Lalu bagaimana sesungguhnya yang terjadi atas pembayaran ganti rugi milik tiga warga ini, benarkah di bayarkan sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan ( BPKP ) Perwakilan Lampung atau kah di bayarkan sesuai Resume awal yang di keluarkan oleh KJPP ? benarkah dana tersebut masih di pending ataukah sudah di bayarkan?.

Untuk mengetahui hal tersebut awak media akan terus menelusuri kebenaran ataupun kebohongan yang terjadi dalam perjalanan ganti rugi dampak bendungan marga tiga dan tangan-tangan kekar mana yang bermain dalam kegiatan tersebut, tunggu edisi selanjutnya.(Raja)

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.
Digiqole ad

Baca Juga

Leave a Reply