Jalan Rusak Bertahun-tahun di Natar Dikeluhkan Warga, Aktivitas Truk Overtonase Jadi Sorotan Pemda Diminta Berani Beri Solusi

Lampung Selatan — Kondisi jalan kabupaten sepanjang hampir 5 kilometer yang melintasi Desa Banjar Negeri, Desa Mandah, hingga Desa Rulung Helok, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan parah dan tak kunjung diperbaiki.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan tersebut dipenuhi lubang besar dan dalam. Saat hujan turun, badan jalan berubah menjadi becek dan berlumpur, sementara di musim kemarau debu tebal beterbangan sehingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan pengguna jalan.

Kerusakan ini disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Warga menilai adanya ketimpangan pembangunan, di mana sejumlah ruas jalan lain telah diperbaiki, sementara jalan di wilayah tersebut justru terkesan terabaikan.
Juru bicara lembaga sosial masyarakat BPAN (Badan Peneliti Aset Negara) Provinsi Lampung, Tri Wahyudi, SE, mengungkapkan bahwa jalan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat. Selain sebagai akses utama menuju sekolah, pasar, dan tempat kerja, jalan itu juga menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi warga.
“Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat, namun kondisinya justru memprihatinkan dan belum mendapat perhatian serius,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, salah satu penyebab utama kerusakan jalan adalah tingginya intensitas kendaraan bermuatan berat yang melintas setiap hari. Ratusan truk besar, termasuk truk fuso bermuatan kayu glondongan untuk industri pengolahan kayu hingga kendaraan pengangkut serbuk marmer dari aktivitas tambang, diduga melintas dengan muatan melebihi kapasitas jalan.
“Jika persoalan overtonase ini tidak diatasi, maka perbaikan jalan hanya akan bersifat sementara. Jalan yang dibangun tidak akan bertahan lama,” tegasnya.
Tri Wahyudi menilai, pemerintah daerah perlu mengambil langkah strategis dan berani dalam menangani persoalan tersebut. Sejumlah solusi yang dapat dipertimbangkan antara lain pembatasan tonase kendaraan, pembangunan jalur khusus untuk kendaraan industri, hingga penerapan skema kontribusi perawatan jalan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kerusakan yang ditimbulkan, dengan skema pengalokasian pajak langsung.
Ia juga mendorong Bupati Lampung Selatan bersama Ketua DPRD untuk duduk bersama seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi komprehensif yang berpihak kepada masyarakat.
“Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Dibutuhkan keberanian dan komitmen pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar kondisi jalan segera diperbaiki dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman. Jika tidak, kerusakan jalan dikhawatirkan akan terus memburuk dan semakin menyulitkan masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari di jalur tersebut.(Red)

