Kacau Semua!! Catut Nama & Foto Anggota TNI, Plt Kepsek SMKN 1 Sragi Ciptakan Kesan Fiktif Seakan Proyek Sudah Terawasi
LAMPUNG SELATAN – Dugaan penyimpangan kembali mewarnai pelaksanaan proyek revitalisasi sarana dan prasarana di SMK Negeri 1 Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Plt. Kepala Sekolah, Siswanto, S.T. dituduh mencatut nama serta foto anggota TNI tanpa izin, guna menciptakan kesan proyek berjalan sesuai aturan dan diawasi pihak berwenang.
Pencantuman foto dan identitas anggota Koramil tersebut dilakukan tanpa koordinasi maupun izin terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Tindakan ini langsung memantik kemarahan dan sorotan masyarakat, karena seolah-olah pihak TNI terlibat atau mengawasi langsung jalannya proyek yang sebelumnya sudah disorot dugaan ketidakberesan.
Ketua Ikatan Kemasyarakatan Masyarakat Lampung (IKAM Lampung), Ruli Hadi Putra, menyoroti persoalan ini dengan tegas: “Ini sudah sangat kacau. Sebelumnya sudah muncul laporan adanya temuan penyimpangan spesifikasi teknis konstruksi dalam proyek ini. Namun justru muncul berita sanggahan dari kepala sekolah, menyatakan pelaksana hingga pengawasan berjalan sesuai aturan — disertai foto anggota TNI yang seakan sedang mengawasi pekerjaan proyek tersebut.”
Klaim kepala sekolah berbalik terkuak setelah pihak media mengonfirmasi langsung kepada anggota TNI yang fotonya dimuat tanpa izin, yaitu Mardiyanto. Ia menyatakan sangat terkejut dan keberatan:
“Wah, kok ada foto saya di sini? Siapa yang mengirim ke media? Ini tanpa seizin saya! Saya tegaskan, di lokasi itu saya hanya sebagai Babinsa — tidak ada keterlibatan sama sekali dalam proyek ini, bukan pengawas maupun pihak yang menyetujui pelaksanaannya,” tegas Mardiyanto.
Ia menilai tindakan kepala sekolah mencurigakan dan berlebihan: “Kalau begini, jelas tidak beres. Kenapa Bapak Kepala Sekolah berani menyebarkan foto saya tanpa izin? Kenapa hanya foto itu dipakai padahal saya tidak terlibat? Ada apa di balik ini semua? Ini sudah sangat berani.”
Mardiyanto juga melontarkan kekhawatiran serius terkait integritas proyek: “Kalau mencatut nama dan foto saya saja sudah berani, apalagi mengubah spesifikasi bahan konstruksi — bisa saja hal itu terjadi tanpa sepengetahuan pihak berwenang. Hal ini tidak bisa didiamkan begitu saja,” tegasnya saat diwawancarai awak media.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Plt. Kepala Sekolah SMKN 1 Sragi terkait tuduhan pencatutan identitas serta dugaan penyimpangan spesifikasi teknis konstruksi. Masyarakat mendesak pihak berwenang segera menindaklanjuti demi menjaga akuntabilitas dan transparansi anggaran pendidikan.

