Surat Perjanjian Perdamaian yang di Buatkan Andika Diduga Menipu, Ropi’i

 Surat Perjanjian Perdamaian yang di Buatkan Andika Diduga Menipu, Ropi’i

PESAWARAN – Ropi’i orang tua Perli warga Desa Padang Ratu kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran merasa kecewa dan tertipu dengan adanya surat perjanjian damai yang di buatkan di desa Sukaraja pada 20 april 2020 yang lalu.

Surat perjanjian perdamaian tertulis menerangkan yang bertanda tangan di bawah ini Andika pihak pertama, dan selanjut nya Ropi’i ( Orang tua kandung Ferli) warga desa padang ratu disebut sebagai pihak kedua, dan bagas ( Orang tua kandung dari Aryanto) di sebut sebagai pihak ke tiga.

Dalam rincian surat perjanjian damai tertulis pihak pertama, pihak kedua, dan pihak ketiga membuat pernyataan sebagai berikut diantaranya.

  • Satu, pihak pertama dan kedua meminta maaf atas kejadian yang telah di lakukan oleh pihak pertama.
  • Dua, pihak pertama menerima permohonan maaf dari pihak kedua dan ketiga serta menyetujui biaya pengobatan yang akan di berikan.
  • Tiga, pihak kedua dan pihak ketiga bersedia memberikan biaya pengobatan kepada pihak pertama sebesar Rp. 3.500.000 dan biaya pengobatan tersebut akan di berikan pada tanggal 4 juni 2020
  • Empat dan apabila di kemudian hari biaya pengobatan tersebut tidak di bayarkan maka saudara atas nama dibawah ini Irwansyah akan bertanggung jawab sepenuh nya atas biaya pengobatan tersebut.
  • Lima, pihak pertama kedua dan ketiga bersedia untuk tidak saling menuntut dan tidak saling dendam di kemudian hari. Uraian singkat surat perjanjian perdamain.

Surat perjanjian perdamaian tertulis di sukaraja, tanggal 20 april 2020, mengetahui kepala desa padang ratu dan kepala desa sukaraja serta di tanda tangani di atas materai enam ribu.

Berdasarkan surat perjanjian damai yang di buatkan serta di tandangani saksi saksi, kedua orang tua Ferli merasa kecewa atas putusan yang di kenakan pidana dua tahun penjara.

Hal tersebut di ungkapkan ropi’i kepada pewarta media ini pada senen 3/8, menyampaiakan Surat itu Jelas menipu kita, sebab pada awal nya kita sepakat tidak saling menuntut, akan tetapi memberikan biaya perobatan sebesar Rp 6.120.000, dan ia memberikan cerita singkatnya mengatakan.

“Pada awal kita menengok (Andika) ke rumah sakit atas kejadian tersebut benar atau tidaknya yang di sampaiakn, dan sesampai kita di rumah sakit dari pihak keluarga Andika meminta kita untuk membayar BPJS yang telah menunggak 1 tahun, sebesar Rp. 2.620.000 guna membantu biaya perobatan dan tidak saling menuntut, berdasarkan permintaan pihak korban tidak saling menuntut, kita bayarkan Bpjs tersebut sesuai permintaan Andika dan di buatkan surat perjanjian perdamaian pada tanggal 14 april lalu” Terang Ropi’i.

Lanjut nya, dalam pembayaran tersebut andika menyampaiakn kepada kami sekeluarga bahwa Rs Abdul muluk tidak menerima pembayaran melalui Bpjs dan meminta pembayaran umum sebesar Rp. 3500.000.

“Demi keamanan anak dan tidak saling menuntut, kami penuhi permintaan Andika itu semua, sewalaupun kita mendapatkan uang hasil pinjaman, jadi total semua pembayaran Rp. 2.620.000 bayar Bpjs + 3500.000 bayar Rs bagian Umum, totalnya Rp. 6.120.000, saya tertipu buat apa damai kalo masih nuntut dan tidak mencabut laporan nya, Saya di tipu ini” Ungkapnya

Ungkapan yang di sampaiakan orang tua Ferli di hadapan pewarta media ini mencoba meminta keterangan lebih lanjut terkait surat perjanjian perdamain, kepala desa suka raja Dimas Malfinas dan di saksikan Binmas desa setempat mengomentari.

“Disitu tertulis tidak saling menuntut, di tanda tangani pak babinkamtibmas serta kedua belah pihak dan saya disini media pelaksana perdamian nya” terang kepala desa suka raja Dimas

Dengan adanya surat perjanji damai dan tidak saling menuntut, dalam sesi ahir konfirmasi pewarta, kepala desa sukaraja meminta salah satu babinkambmas desa setempat Arief menyampaiakn.


“Intinya begini mas, kami selaku babin desa ini, bahwa jika itikad baik kedua belah pihak untuk berdamai ataupun rembuk pekon itu kami persilahkan dan kami cuman hanya mempasilitasi dan mendengar keputusan kedua belah pihak, dan secara hukum juga perdamian itu tidak memutus kan suatu perkara, tapi kalo untuk biayanya itu dibawah sepengatahuan kami” Jelas babin sukaraja Arief

Pewarta ini mencoba tanya ulang inti surat perdamaian di buatkan diantara kedua belah pihak tidak saling menuntut serta bantuan biaya pengobatan sesuai perjanjian damai, Babin Arif mengatakan,

” kedua belah pihak datang kesini untuk minta di pasilitasi melakukan perdamaian dan kamipun juga tidak mengintimidasi warga kami juga gak, kemudian datang lagi si andika sudah keluar dari rumah sakit dan tangan nya masih di gendong dan si andika nya mengiyakan untuk berdamai itu, kami hanya mempasiltasi untuk berdamai dan membuat pernyataan tidak saling menuntut, dan surat perdamaian ini tidak menggugurkan perkara, tapi alangkah baik nya kalo berdua sudah berdamai, sudah salam salaman, masih mengadu itukan, intinya dari hatilah” terang Arief.

Wartawan : Riyal/Tri

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *