Gubernur Lampung Teken MoU sama Pertamina dan BRI

 Gubernur Lampung Teken MoU sama Pertamina dan BRI

Bandarlampung — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II dan PT. Bank BRI (Persero) Tbk melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) tentang Pelaksanaan Program Pengendalian Penyaluran Bahan Bakar Minyak Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu/Solar Bersubsidi Tepat Sasaran.

Penandatanganan ini dilakukan Gubernur Arinal bersama dengan Executive GM Regional Sumbagsel PT. Pertamina (Persero) Asep Wicaksono Hadi dan Pemimpin Wilayah PT. Bank BRI (Persero) Tbk Bandar Lampung Nasrullah Iskandar di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Jum’at (20/11/2020)

Dalam upaya pengendalian penyaluran solar bersubsidi agar tepat sasaran, PT. Pertamina (Persero) bersama dengan PT. Bank BRI (Persero) melakukan inovasi dengan meluncurkan QR Code Fuel Card atau uang elektronik Brizzi.

“Ini merupakan sebuah upaya yang patut diapresiasi agar pengendalian penyaluran BBM solar di Provinsi Lampung bisa berjalan dengan baik,” ujar Gubernur Arinal.

Arinal mengatakan dengan keberadaan kartu ini sebagai alat transaksi, dapat memberikan ruang kontrol yang lebih baik karena lebih transparan dan mudah terpantau.

“Hal ini sudah seharusnya memberikan kekuatan dalam upaya pengendalian peredaran BBM Solar agar lebih tepat sasaran,” katanya.

Pada kesempatan itu, dilakukan pula Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan PT. Pertamina (Persero) MOR II tentang Rekonsiliasi Data Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di Provinsi Lampung.

Penandatanganan ini dilakukan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung E. Piterdono dengan Executive GM Regional Sumbagsel PT. Pertamina (Persero) Asep Wicaksono Hadi.

Rekonsiliasi data PBBKB ini merupakan tindak lanjut atas surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanggal 18 Juni 2020 perihal Koordinasi Terkait PBBKB.

Kerjasama ini untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan PBBKB dan upaya optimalisasi penerimaan PBBKB. Nantinya kedua belah pihak saling tukar menukar informasi yang mencakup laporan dan rekonsiliasi data penjualan dan penggunaan BBM serta pemungutan PBBKB.

“Saya berharap kedua belah pihak dapat lebih transparan dalam penyajian data dan bisa lebih terbuka dalam memberikan data-data yang diperlukan oleh kedua pihak,” katanya.

Arinal mengimbau kepada seluruh jajaran Perangkat Daerah terkait untuk lebih ketat dalam mengawasi peredaran BBM, terutama Solar Subsidi dan memastikan agar tepat sasaran.

Ia juga meminta kepada PT. Pertamina bersungguh-sungguh dalam mengawasi peredaran BBM Solar Subisidi di lingkungan SPBU.

“Diharapkan kepada seluruh perangkat di SPBU untuk dapat bekerja secara jujur dalam pelaksanaan di lapangan,” ujarnya Arinal Djunaidi.

Arinal juga mengajak PT. Bank BRI untuk memberikan kemudahan proses pendaftaran dan pengisian saldo kepada para pemilik kendaraan dengan memperluas pelayanan hingga ke daerah.

“Kepada para pemilik usaha di Provinsi Lampung, dalam rangka kelancaran program ini, agar benar-benar menyesuaikan penggunaan BBM Solar sesuai peruntukannya. Jangan menggunakan BBM Solar Subsidi untuk keperluan industri,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT. Bank BRI (Persero) Tbk Bandar Lampung Nasrullah Iskandar mengatakan mengatakan fuel card yang berbasis uang elektronik Brizzi ini, akan menjadi alat pembayaran BBM bersubsidi secara non tunai.

Fuel card ini menjadi salah satu contoh model penerapan distribusi BBM bersubsidi secara terkendali dan digitalisasi.

“Dengan fuel card BRI ini diharapkan penyaluran solar bersubsidi dapat dilakukan secara terkendali, tepat sasaran dan tepat jumlah,” ujar Nasrullah.

Dengan fuel card ini, kata Nasrullah data transaksi BBM bersubsidi akan tercatat. (Rls/Admimpim/Herwan)

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *