Sekretaris Dinas PUPR Tubaba Akan Panggil PPK Terkait Pelaksana Kegiatan Pengadaan Bahan Material.

 Sekretaris Dinas PUPR Tubaba Akan Panggil PPK Terkait Pelaksana Kegiatan Pengadaan Bahan Material.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) berjanji akan melakukan pemanggilan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen dan pihak Pelaksana Kegiatan Pengadaan Bahan Material. Terkait waktu Pelaksanaan Pekerjaan 6 paket Pengadaan bahan material di Dinas PUPR Tubaba tahun 2022.

Sadarsyah. Sekretaris Dinas PUPR Tubaba. Selasa (24/5/2022) diruang kerjanya mengatakan akan melakukan pemanggilan terlebih dahulu dengan PPK dan pihak pelaksana kegiatan.

“Ini lagi mau konsultasi dengan PPK kegiatan terkait titik titik Ruas Jalan yang di beritakan bahwa pelaksanaanya belum selesai, terimakasih juga kepada rekan rekan media atas fungsi kontrol nya telah mengingatkan kami, mudah mudahan menjadi acuan untuk pelaksanaan menjadi lebih baik” kata Sadarsyah.

Selanjutnya ketika tanggapannya tentang langkah Dinas PUPR Tubaba terkait masa waktu dalam pelaksanaan kontrak kerja sama tersebut. Sadarsyah menerangkan akan koordinasi terlebih dahulu dengan PPK.

“Kita akan cek dulu kalaupun benar sudah berakhir kontrak kerjanya, langkahnya akan mengingatkan, kemudian apa ketentuan yang berlaku apakah akan di sepakati perpanjangan kontrak antara PPK dan pihak penyedia, detailnya kami akan ngobrol dulu dengan PPK apakah benar yang di beritakan kawan kawan itu yang perlu kita komunikasikan ” Kata Sadarsyah.

Menurut Sadarsyah, saat ini PPK kegiatan tersebut sedang survei kondisi jalan sehingga PPK tidak ada di tempat.
” hari ini mereka sedang survey kondisi jalan, ada juga yang PCM kegiatan dilapangan, secepatnya mudah mudahan sehari dua hari ini” kata dia.

Diberitakan sebelumnya. Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan Bahan/ Material Ruas Jalan PUPR Tubaba Tahun 2022 Diduga Berlumur Masalah

Pengadaan Bahan/matrial Ruas Jalan sebanyak 6 paket dengan total anggaran milyaran rupiah pemilihan penyedia yang dilakukan dengan metode Pengadaan Langsung (PL), oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang Barat Tahun anggaran 2022 diduga kuat pelaksanaannya langgar aturan.

Pasalnya, dilihat dari jadwal proses pemilihan sampai dengan waktu tanda tangan kontrak didalam aplikasi LPSE Kabupaten Tubaba pada non tender ke enam paket pengadaan bahan/matrial ruas jalan tersebut tidak ada perubahan yaitu di mulai pada tanggal 15 maret sampai dengan 18 Maret 2022, akan tetapi keenaman paket tersebut 2 paket baru mulai dilaksanakan dan 4 paket belum sama sekali dikerjakan oleh pihak penyedia.

Ke 6 Paket Pengadaan bahan/material ruas jalan dengan metode PL yaitu dengan nama paket, Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan 089 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 199.880.000,00 yang dikerjakan oleh CV. Bina Arkana, Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan 049 dengan pagu sebesar Rp. 172.503.277,92. yang dikerjakan oleh CV. Pawaka Jaya, Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan Menuju Perpustakaan Daerah sebesar Rp.172.652.000,00 yang di kerjakan oleh CV. Delapan Belas Guna Mandiri, Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan 094 sebesar Rp. 129.620.000,00 yang di kerjakan oleh CV Halim Konstruksi, Paket Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan 093 sebesar Rp. 126.320.000,00 yang dikerjakan oleh CV. Manunggal Karya, Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan 056 sebesar Rp. 149.800.000,00 yang dikerjakan oleh CV.Bumi Saraya.

Dari hasil investigasi Tim di lokasi ke enam paket pengadaan bahan/matrial tersebut ada dua paket yang bahan/matrialnya sedang dalam pengiriman yaitu Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan Menuju Perpustakaan Daerah sebesar Rp.172.652.000,00 yang di kerjakan oleh CV. Delapan Belas Guna Mandiri, bahan matrial yang sedang dikirim oleh penyedia baru batu Bes B saja, sedangkan bahan/matrial lainnya belum ada dilokasi.

Dari yang terlihat dilokasi pekerjaan, bahan/ matrial batu Bes B tersebut langsung dihamparan oleh alat berat jenis motor grader di sepanjang ruas jalan Menuju Perpustakaan Daerah, dari hasil konfirmasi salah seorang operator Alat Berat yang sedang mengerjakan ruas jalan tersebut Rendi mengatakan, untuk sementara ini masih kita lakukan penghamparan batu saja, mungki nanti baru dilanjutkan pemadatan, kebetulan hari ini baru saya saja yang kerja, belum lama ini, Minggu (13 /5/2022).

Rendi menegaskan bahwa pekerjaan konstruksinya dilakukan secara Swakelola oleh Dinas PUPR sedangkan bahan/matrialnya itu dikerjakan oleh pihak rekanan, dan untuk bahan matrialnya sendiri yang baru datang yaitu batu base B, dan ini langsung kita lakukan penghamparan, untuk pengiriman bahan/matrialnya sendiri kurang lebih baru tiga hari ini, biasanya bahan/matrial datang pada sore hari, ujar Rendi.

Untuk paket Pengadaan Bahan Material Ruas Jalan 049 dengan pagu sebesar Rp. 172.503.277,92. yang dikerjakan oleh CV. Pawaka Jaya, baru selesai dilaksanakan sekitar tanggal 9 Mei kemarin, pasalnya pengerjaan tambal sulam jalan menggunakan hotmix tersebut baru selesai dikerjakan, hal itu dijelaskan oleh Aminah salah satu warga Tiyuh Margo Dadi Kecamatan Tulang Bawang Udik Tubaba.

Aminah mengaku bahwa pelaksanaan Pengadaan Bahan Material Ruas Jalan 049 telah dilaksanakan, akan tetapi penyelesaian usai sekitar tiga hari belakangan ini ” Kalau tidak salah kerjaan itu baru selesai dikerjakan dua tiga hari ini” kata Aminah, dan Sudarto di kediamannya. Minggu (13 /5/2022).

Sedangkan untuk empat paket lainya yaitu Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan 089 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 199.880.000,00 yang dikerjakan oleh CV. Bina Arkana, Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan 094 sebesar Rp. 129.620.000,00 yang di kerjakan oleh CV Halim Konstruksi, Paket Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan 093 sebesar Rp. 126.320.000,00 yang dikerjakan oleh CV. Manunggal Karya, Pengadaan Bahan / Material Ruas Jalan 056 sebesar Rp. 149.800.000,00 yang dikerjakan oleh CV.Bumi Saraya, di ke empat ruas jalan tersebut belum ada penurunan atau penumpukan bahan/matrial untuk perbaikan jalan.

Yang anehnya lagi kalau memang pelaksana kontruksinya dilakukan secara swakelola, kenapa pekerjaan pengadaan bahan/matrial tersebut berbarengan dengan waktu palksanaan pekerjaan konstruksi nya, yang menjadi pertanyaan besar bagi kami apakah mampu alat berat dan tenaga kerja yang dim pihak Dinas PUPR Tubaba melaksanakan ke enam paket pekerjaan tersebut dengan waktu yang bersaman sedangkan tepat atau lokasi pekerjaan berbeda dan berjauhan.

Kalau emang gak bisa dikerjakan secara swakelola karna keterbatasan alat berat dan tenaga kerja yang dimiliki Dinas PUPR Tubaba, kenapa harus dipaksakan pekerjaan tersebut untuk dikerjakan secara swakelola kan aneh. Kalau emang gak ada maksud dan tujuan tertentu, ujarnya.

Saya yakin pekerjaan yang dikerjakan dengan terburu-buru seperti itu, pasti kualitas hasil pekerjaannya tidaklah maksimal, karna pekerjaanya dilakukan tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan. Hal ini berpotensi terjadinya kebocoran anggaran yang berdampa pada kerugian keuangan negara.

Kami berharap kepada pihak inspektorat kabupaten setempat dapat melakukan pengawasan pekerjaan tersebut sehingga dapat mencegah terjadinya kebocoran anggaran.

Setahu saya dalam pengadaan barang seharusnya dikerjakan terlebih dahulu, setelah bahan/matrialnya selesai barulah pihak Pejabat Penerima Barang memeriksa barang tersebut, untuk dihitung volume serta spesifikasi nya apakah sudah sesuai atau belum, setelah itu barulah pelaksanaan pekerjaan konstruksi secara swakelola mulai dilaksanakan.

Kalau belum serah terima barang dilakukan kenapa bahan/matrial tersebut langsung digelar. Gimana menghitung matrial tersebut sudah sesuaikan dengan pemesanan volume serta mutu matrial yang dikirim pihak penyedia.

Dikonfirmasi Terpisah, Warga Kecamatan Gunung Agung dan Kecamatan Lambu Kibang mengaku bahwa empat paket pengadaan bahan material di kecamatan tersebut belum di kerjakan sama sekali.

“Belum ada material yang turun, soalnya jalan ini masih bagus, kata Ikon warga Tiyuh Mekar Sari Jaya.

“Waktu itu nembel sedikit dekat jembatan kayaknya sebelum lebaran, kalau material belum ada yang turun, kalau pun ada pasti sudah ada bekasnya di pinggir jalan ” kata Iswanto. Warga Tiyuh Mulya Jaya

Terpisah, Sekretaris Tiyuh Bangun Jaya Kecamatan Gunung Agung mengaku bahwa, hingga saat ini belum terlihat adanya bahan material maupun pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud. Menurutnya kegiatan sebagaimana dimaksud belum jelas adanya.

“Sepengetahuan kami belum ada material atau pekerjaan turun dari Dinas PU, jalan kita cuma ini porosnya 1,2Kg ke arah pabrik, dan jalan lainya sementara ini belum ada” Kata Erwin Sekretaris Tiyuh Bangun Jaya. Rabu (18/5/2022) diruang kerjanya.

Selanjutnya, Erwin menegaskan agar kegiatan tersebut segera lakukan, agar azas manfaat dari kegiatan tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Harapan kami segera di kerjakan jangan sampai tidak dilaksanakan, takutnya begini laporannya kita sudah mendapatkan, akhirnya kedepanya kita tidak mendapatkan lagi” kata Erwin.

Hingga berita diterbitkan, Iwan Mursalin Kepala Dinas PUPR Tubaba dan Sumardi Kepala Bidang Bina Marga PUPR Tubaba Belum berhasil di mintai keterangan. (Medi)

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply