Inspektorat Tubaba Jadwalkan Pemanggilan Dua Kepala Tiyuh Tubaba

 Inspektorat Tubaba Jadwalkan Pemanggilan Dua Kepala Tiyuh Tubaba

Inspektorat Jadwalkan Pemanggilan Dua Kepala Tiyuh yaitu, Tiyuh Balam Jaya dan Tiyuh Pagar Buana Kecamatan Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat Tubaba, yang di dijadwalkan pada hari Kamis mendatang.
Pemanggilan terhadap kepala tiyuh dalam rangka konfirmasi dan klarifikasi terkait kejelasan pembangunan fisik infrastruktur yang bersumber dari Alokasi Dana Tiyuh (ADT).

” Yang jelas terkait informasi itu akan kita panggil, kita minta klarifikasi dulu, ini kan ada dua tiyuh yang di persoalkan, satu tiyuhnya kan kepala tiyuhnya kan sudah almarhum, cuma nanti kita liat siapa yang bisa memberikan penjelasan, terkait dengan hal yang di persoalkan nanti kita panggil plt nya, ataupun PJ nya karena yang di persoalkan, insyaallah kita jadwalkan Kamis “kata Muslim. Senin (27/9/2022) diruang kerjanya.

Diberitakan sebelumnya Pembangunan Fisik Infrastruktur ADD/T Tubaba Diduga Fiktif

Pembangunan Fisik Infrastruktur di beberapa Tiyuh Kecamatan Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD/T) tahun 2018-2020 diduga Fiktif.

Pasalnya, dari tahun 2018 hingga tahun 2020 beberapa Tiyuh di Kecamatan Way Kenanga, yaitu Tiyuh Balam Jaya dan Tiyuh Pagar Buana menganggarkan dana yang mencapai hingga ratusan juta rupiah yang di pusatkan untuk, kegiatan Pemeliharaan/Pembangunan, Penyertaan Modal Bumti, Pengadaan/ Pembangunan Pos Pengawasan. Pengadaan mesin jahit.
Akan tetapi bukti fisik dari pembangunan tersebut tidak jelas.

Hal itu semakin di perkuat, dengan keterangan dari beberapa kepala Tiyuh bahwasanya pembangunan fisik yang bersumber dari Add/T tersebut terealisasi namun, beberapa tiyuh belum bisa menunjukkan adanya Buku Inventarisasi Aset.

Sebab buku tersebut sedang di bawa oleh perangkat tiyuh ke kantor inspektorat Kabupaten setempat, dengan alasan buku tersebut merupakan dokumen yang butuhkan oleh inspektorat saat ini dalam melakukan Pemeriksaan.

Berdasarkan dokumen yang di peroleh, media pada tahun 2018 Tiyuh Balam Jaya menganggarkan Alokasi Dana Tiyuh yang di pusatkan pada.
Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor Desa sebesar Rp.132.250.000.
Pengadaan Mesin Jahit Rp. 40.000.000.
Tahun 2019 untuk Pemeliharaan Gedung/Sarana Gedung Tiyuh Rp.18.500.000.
Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Gedung/Prasarana Kantor Desa Rp.80.987.000.

Selanjutnya. Tiyuh Pagar Buana pada tahun 2018 menganggarkan Dana ADD/T yang di pusatkan pada Kegiatan Pemeliharaan/Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa sebesar Rp.227.941.757.
Penyertaan Modal Bumti Rp.3.873.276.
Tahun 2019. Pemeliharaan Gedung/Prasarana Kantor Tiyuh Rp.227.776.600.
Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Gedung/Prasarana Kantor Desa Rp.55.200.000.

Beberapa Kepalo Tiyuh di Kecamatan Way Kenanga dikonfirmasi di balai tiyuh setempat mengatakan, berani menjamin bahwasanya, Pembangunan Fisik yang Bersumber dari ADD/T tahun 2018 hingga Tahun 2020 terealisasi.

” Setahu saya terealisasi semua menurut keterangan yang lama, yang lebih tau operator yang mendampingi bendaharanya, coba kita telepon dulu bendaharanya yang mendampingi sekretaris yang lama “Kata Ahmad Beni Irawan. Plt Kepalo Tiyuh. Sembari menghubungi Bendaharanya.

Selanjutnya, ketika dimintai keterangan Kejelasan dari buku inventarisasi Aset Beni Irawan. beralasan bahwasanya Bendahara tidak bisa di hubungi.
” Bendaharanya tidak bisa di telepon, kalau buku inventarisasi Aset semua dibawa karena Inspektorat kemarin Pemeriksaan, dari tahun 2021 sampai 2022 sampai buku buku absen juga di dibawa. Kalau dari tahun 2018 di Bendaharanya. yang lebih jelas Bendaharanya pak Winardi” Elak Ahmad Beni Irawan.

Terpisah, Sutrisno. Sekretaris Tiyuh Pagar Buana. Mengatakan bahwasanya Tiyuh Pagar Buana telah di lakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Kabupaten setempat.
” Terealisasi semua, orang kita inspektorat sudah turun langsung 4 kali malah yang terakhir ini, kalau 2018 pak Hendro sekretaris lamanya yang lebih faham” kata dia.

Ketika dimintai keterangan fasilitas yang di serahkan saat serah terima jabatan, Sutrisno memastikan bahwasanya serangkaian pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik yang bersumber dari Add/T terealisasi.

” Kalau 2018 ya enggak, bisa di cek kalau fiktif, makanya konfirmasi sama pak Hendro, pak Hendro yang lebih faham soalnya saya sementara pak Hendro yang lebih faham. “Tapi saya pastikan tidak ada yang Fiktif, saya tanggung jawab itu” Elak dia.

Ketika dimintai keterangan kejelasan buku Inventarisasi Aset. Sutrisno menjawab bahwasanya buku tersebut ada, akan tetapi buku Inventarisasi Aset Sebagaimana di maksud berada di tangan Hendro yang merupakan sekretaris sebelumnya.

” Ada. Tapi kemarin di kumpulkan di kecamatan, sama Pak Hendro sekretaris lama hari ini pak Hendro ada kegiatan di kabupaten” elak Sutrisno.

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply