• 6 Agustus 2026

Lampung Membuka Babak Baru Pembangunan Berbasis Data melalui Peluncuran Satelit Lampung-1 Berbasis AI

 Lampung Membuka Babak Baru Pembangunan Berbasis Data melalui Peluncuran Satelit Lampung-1 Berbasis AI

Shandong, — Peluncuran menjadi bagian dari kerja sama sister province Lampung-Shandong. Pemanfaatan data akan
dikembangkan bersama BRIN, dengan pertanian sebagai salah satu sektor prioritas. Satelit hiperspektral Lampung-1 berhasil diluncurkan dari perairan Haiyang, Provinsi Shandong, Tiongkok, pada
Rabu, 5 Agustus 2026.

Satelit tersebut dibawa menuju orbit menggunakan roket Smart Dragon-3 dalam misi OSE
Hyperspectral Twin Satellites.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal hadir langsung menyaksikan peluncuran bersama delegasi
Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Provinsi Shandong, STAR.VISION Aerospace, dan sejumlah mitra
internasional.

“Ini adalah momen yang sangat membanggakan. Yang kami saksikan hari ini bukan sekadar
peluncuran sebuah satelit, tetapi dimulainya babak baru kerja sama internasional yang akan
membantu Lampung memanfaatkan teknologi antariksa dan kecerdasan artifisial untuk
menjawab berbagai tantangan pembangunan,” ucap Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

KOLABORASI LAMPUNG-SHANDONG YANG BERORIENTASI MANFAAT

Peluncuran Lampung-1 merupakan salah satu tindak lanjut konkret kerja sama sister province antara Provinsi
Lampung dan Provinsi Shandong yang mulai dibangun sejak 2025. Kolaborasi tersebut mencakup pertanian
modern, teknologi, investasi, perdagangan, infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Gubernur, kerja sama ini tidak berhenti pada akses citra satelit, tetapi diarahkan untuk membangun
ekosistem pemanfaatan teknologi hiperspektral dan AI melalui transfer pengetahuan, riset bersama, peningkatan
kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan Lampung.

“Yang kami bangun bukan sekadar akses terhadap data satelit. Ini adalah kerja sama jangka
panjang untuk membangun kompetensi, mengembangkan aplikasi, dan menjadikan data sebagai
dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan lebih presisi,” ucap Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

DATA DIOLAH BERSAMA BRIN SEBELUM DIMANFAATKAN PEMPROV

Dalam pelaksanaannya di Indonesia, Pemerintah Provinsi Lampung akan bekerja sama dengan Badan Riset dan
Inovasi Nasional (BRIN), lembaga nasional yang memiliki mandat dan kompetensi di bidang keantariksaan,
penginderaan jauh, riset, dan pengembangan teknologi.
Data satelit akan melalui proses pengolahan, kalibrasi, validasi kualitas, analisis, dan penerjemahan menjadi
informasi yang relevan. Setelah proses tersebut, hasil analisis dapat dimanfaatkan Pemprov Lampung sebagai
salah satu sumber informasi untuk perencanaan, kebijakan, pelaksanaan program, dan evaluasi pembangunan.

Kolaborasi bersama BRIN juga memastikan pemanfaatan data berjalan sesuai standar ilmiah, tata kelola data, dan
regulasi penginderaan jauh yang berlaku di Indonesia.

PERTANIAN SEBAGAI PRIORITAS AWAL

Pertanian menjadi salah satu sektor prioritas, khususnya untuk mendukung pemetaan lahan, pemantauan kondisi
tanaman, identifikasi kekurangan air, deteksi dini gangguan tanaman, dan perkiraan potensi produksi. Salah satu
komoditas yang telah masuk dalam eksplorasi awal adalah singkong.

Selain pertanian, data Lampung-1 berpotensi dikembangkan untuk pengelolaan lingkungan, pemantauan pesisir
dan kelautan, mitigasi banjir dan kekeringan, pemantauan perubahan tutupan lahan, serta perencanaan
pembangunan yang lebih presisi.

“Teknologi ini bukan menggantikan petani. Teknologi ini membantu petani dan pemerintah
mengambil keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” ucap Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

AI MENGUBAH DATA MENJADI INFORMASI YANG LEBIH CEPAT

Lampung-1 dikembangkan sebagai satelit hiperspektral yang dilengkapi kemampuan kecerdasan artifisial untuk
membantu pemrosesan awal data di orbit. Pendekatan ini membuka peluang agar data yang dikirim ke bumi dapat
lebih terpilah dan lebih cepat diterjemahkan menjadi informasi yang dibutuhkan pengguna.

Namun, Pemprov Lampung menegaskan bahwa teknologi tersebut masih harus melalui tahap pemeriksaan sistem,
stabilisasi, kalibrasi sensor, pengujian muatan, dan validasi kualitas data sebelum digunakan secara lebih luas.

“Keberhasilan sesungguhnya bukan hanya ketika roket mencapai orbit, tetapi ketika teknologi
yang dibawanya benar-benar membantu menyelesaikan tantangan pembangunan di daerah,” ucap Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

TRANSFER PENGETAHUAN DAN TALENTA INDONESIA

Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat talenta Indonesia di bidang teknologi satelit dan penginderaan
jauh. Saat ini, sejumlah pelajar dan talenta muda Indonesia, personel BRIN dan Telkom, serta aparatur sipil negara Pemerintah Provinsi Lampung memperoleh kesempatan belajar di lingkungan STAR.VISION.

STAR.VISION juga telah melibatkan engineer asal Indonesia, termasuk lulusan Institut Teknologi Bandung, dalam pengembangan teknologi dan solusi satelit. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya
memiliki potensi sebagai pengguna, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pengembangan teknologi antariksa.

“Investasi terbesar dari kerja sama ini bukan hanya teknologi yang diluncurkan ke ruang angkasa,
tetapi manusia yang dipersiapkan untuk memahami, menguasai, dan memanfaatkannya,” ucap Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

PROYEK TIDAK MENGGUNAKAN APBD UNTUK PEMBANGUNAN DAN PELUNCURAN

Pemerintah Provinsi Lampung menjelaskan bahwa pembangunan dan peluncuran Lampung-1 tidak menggunakan
APBD Provinsi Lampung. Pembangunan, kepemilikan, pengoperasian, dan tanggung jawab teknis satelit berada pada STAR.VISION Aerospace, sementara Pemprov Lampung berperan sebagai mitra pengembangan
pemanfaatan teknologi dan data untuk kebutuhan pembangunan daerah.
Setiap kegiatan lanjutan yang berpotensi melibatkan program atau anggaran daerah akan dibahas secara terpisah,
sesuai kebutuhan, prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Harapan kami sederhana: teknologi ini benar-benar menjadi solusi bagi persoalan
masyarakat dan menjadi contoh bahwa kerja sama internasional dapat menghasilkan
manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” ucap
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. (Pemerintah Provinsi Lampung).

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply