• 8 Agustus 2026

Santri Kabur dari Pondok, Wali Santri Pertanyakan Keamanan Darul Fattah Kampus II Natar

 Santri Kabur dari Pondok, Wali Santri Pertanyakan Keamanan Darul Fattah Kampus II Natar

LAMPUNG SELATAN, – Kebijakan dan sistem keamanan Pondok Pesantren Darul Fattah Kampus II, yang berada di Jalan Batu Puru, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, dipertanyakan salah seorang keluarga wali santri.

Kekecewaan tersebut disampaikan oleh In, paman salah seorang santri, yang mengaku kecewa setelah keponakannya meninggalkan lingkungan pondok pesantren tanpa sepengetahuan keluarga.

Menurut In, pihak keluarga justru mengetahui kejadian tersebut setelah mendatangi pondok pesantren. Ia mempertanyakan sistem keamanan dan komunikasi pihak pondok dengan keluarga santri.

“Keponakan kami bisa keluar dari pondok. Artinya, kami mempertanyakan bagaimana sistem keamanannya. Yang lebih membuat kami kecewa, pihak pondok tidak memberikan kabar kepada keluarga. Kalau bukan keluarga kami yang datang ke pondok, kami tidak tahu bagaimana kabarnya,” ujar In.

Selain persoalan keamanan dan komunikasi, In juga mengungkapkan kekecewaan terkait keinginan keluarga untuk memindahkan keponakannya ke Pondok Pesantren Darul Fattah di Bandar Lampung.

Namun, menurutnya, proses pemindahan tersebut belum dapat dilakukan. Ia meminta adanya solusi dari pihak pesantren, termasuk mengenai biaya yang telah dikeluarkan keluarga.

“Kami ingin memindahkan keponakan kami ke Darul Fattah yang di Bandar Lampung, tetapi tidak bisa. Kalau memang tidak bisa, kami meminta uang yang sudah kami masukkan ke pondok dikembalikan. Nilainya sekitar Rp20 juta lebih,” tegas In.

Untuk mendapatkan klarifikasi dan penjelasan dari pihak pesantren, awak media berupaya menemui Kepala SMPQDF Lampung Selatan, Agus Prayitno, M.Pd.

Namun, hingga dua kali kunjungan, awak media belum berhasil menemui kepala sekolah maupun pihak yayasan. Pada kunjungan pertama, awak media bertemu dengan seseorang bernama Afiq. Sementara pada kunjungan berikutnya, awak media bertemu dengan petugas keamanan bernama Yasir.

Menurut Yasir, pihak yayasan maupun kepala sekolah sedang tidak berada di lokasi.

“Pihak yayasan dan kepala sekolah tidak ada di tempat,” ujar Yasir saat ditemui awak media, Minggu (2/8/2026).

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pondok Pesantren Darul Fattah Kampus II Natar belum memberikan klarifikasi terkait keluhan keluarga santri mengenai sistem keamanan, komunikasi dengan wali santri, proses pemindahan santri, maupun persoalan biaya yang disampaikan.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak Pondok Pesantren Darul Fattah, yayasan, maupun pihak terkait lainnya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Red)

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply