Heboh Kayu Karet Yang Ditebang Asmuri Diduga Lahannya Milik Anggota DPRD

 Heboh Kayu Karet Yang Ditebang Asmuri Diduga Lahannya Milik Anggota DPRD

Lampung Timur — Hebohnya pemberitaan oleh beberapa media cetak, online maupun elektronik terkait penebangan hutan karet program GNRHL di register 38 yang terletak di Kabupaten Lampung timur akhir-akhir ini diduga akibat lemahnya pengawasan serta penindakan yang dilakukan Pemerintah daerah setempat maupun oleh institusi Penegak Hukum.

Akibatnya daerah yang seharusnya hijau sebagai penyangga debit air dan paru-paru dunia, kini gundul beralih fungsi menjadi hutan jagung dan palawija lain nya.

Diungkapkan Slamet (45) seorang warga yang mendiami kawasan register 38, menurut nya kayu karet di lahan yang di klaim milik nya ditebang oleh orang dari luar wilayah register 38, “perjanjian nya kayu yang ditebang menjadi milik penebang, kami hanya disuruh menyediakan rokok dan makanan untuk penebang”, paparnya.

Ketika ditanya nama penebang kayu karet dilahan nya Slamet enggan menyebutkan, dirinya hanya mengatakan ada empat sampai lima kelompok penebang yang sering diminta warga menebang kayu karet di lahan mereka.

Seperti dilansir oleh sebuah media online beberapa waktu lalu ada aktifitas penebangan kayu karet di wilayah binaan desa Sidorejo oleh seorang warga desa Bauh gunung sari bernama Asmuri yang kebetulan mendapatkan order tebangan di lahan milik Badrun Susanto seorang anggota DPRD Kabupaten Lampung timur, karena penebangan tersebut dikonfirmasi oleh awak media Asmuri lantas menghubungi sang empunya lahan (Badrun Susanto), menurut Asmuri Badrun mengatakan “ya udah biarkan saja nanti biar ketemu saya nanti kerumah”.(dikutip dari berita media online – red), sayang ketika didatangi dirumahnya Asmuri tidak berada di rumah, ponselnya pun tidak aktif.

Mendapatkan informasi yang balance agar tidak menimbulkan fitnah suaralampung.com mendatangi rumah Badrun susanto (25/08) sekitar pukul 19.30 wib namun rumah dalam kondisi tertutup, menurut tetangganya seorang pramusaji warung makan Padang bang Johan mengatakan Badrun susanto baru saja keluar, setelahnya itu awak media menghubungi nya via chat watshap namun hingga berita ini diturunkan pak Dewan tidak membalasnya.

Menanggapi hal tersebut Fathoni Muhtar seorang aktivis lingkungan hidup asal Lampung timur mengutuk keras perusak lingkungan alam dikawasan register 38 yang seharusnya dijadikan paru-paru dunia serta penyangga debit air di desa-desa sekitar hutan, dirinya berharap agar aparat penegak hukum bertindak tegas, apalagi setelah saya membaca berita di sebuah media online, salah satu pemilik lahan diduga seorang anggota DPRD Lamtim, seyogyanya beliau memberikan contoh kepada masyarakat agar melestarikan hutan lindung bukan nya malah menggunduli, “semoga pihak terkait segera menindak tegas siapapun yang terlibat dalam persoalan ini”, pungkasya

(R/mats)

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *