Bangunan Onderlag Mangkrak Diduga Anggaran Terpakai oleh Kepala Kampung Negri Mulyo

 Bangunan Onderlag Mangkrak Diduga Anggaran Terpakai oleh Kepala Kampung Negri Mulyo

WAY KANAN — Pembangunan jalan Onderlag yang terletak di Dusun Lima Kampung Negri Mulyo Kecamatan Gunung Labuan Kabupaten Way Kanan Terlihat mangkrak seolah terbiarkan, pembangunan Onderlag yang anggarannya berasal dari Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2020, pekerjaan tersebut seharusnya udah selesai pembangunannya, tenyata hinga berita ini di rilis kondisinya masih belum selesai dan nampak makin memprihatinkan.

Pembangunan Onderlag tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi dan target yang ditentukan oleh pemerintah, seharusnya berdasarkan Ketentuan Rabnya bangunan yang terletak di Onderlag dengan ukuran panjang 500 Meter dan lebar 3 Meter, dengan anggaran.Rp. 138.732.000 (Seratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus tigapuluh dua ribu rupiah)
Dengan target Proses pelaksanan pekerjaan selama 60 hari.

Pada Hari Rabu (30/12/2020) Awak media mendatangi kantor Kampung Negri Mulyo kecamatan Gunung Labuhan ternyata kantor tersebut kosong, tidak ada satu orang aparat atau perangkat Des atau Kampunga yang ada di kantor Kampung Negri Mulyo.

Menindak lanjuti dugan temuan penyimpangan tersebut tim awak media ini berinisiatif menemui Sekertaris Desa (Sekdes) Kampung Negri Mulyo di rumah nya, sementara kepala Kampung belum bisa di temui, karena masih dalam proses isolasi mandiri.

Di rumah kediaman Sekertaris Desa (Sekdes) Kampung Negri Mulyo, awak media bertemu langsung dengan sekdes setempat yang bernama Yadi.

Yadi sebagai Sekertaris Desa (Sekdes) Kampung Negri Mulyo mengatakan, untuk kegiatan Fisik dikampungnya memang belum ada yang selesai, karena angarannya habis untuk dana Bantuan Langsung Tumai (BLT).

” Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdata untuk bantuan BLT berjumlah 90 orang, karena ada penambahan lagi untuk tiga ratus ribu Rupiah, jumlahnya tetap 90 orang dan penambahan tahap 3 di kurangi menjadi 10 orang, karena dananya tidak mrncukupi,” Ungkapnya.

Ditambambahkanya kembali, bahwa kegiatan fisik sumur bor juga belum di kerjakan sama sekali, dikarenakan dana nya belum cair.

“Kalau untuk kegiatan pembangunan Onderlag dananya udah ada, tapi saya ngak tau kenapa sampai hari ini belum di kerjakan atau belum selesai,” ungkapnya pada awak media ini, seraya seolah menyerahkan penggunaan dana kepada Kepala Kampung selaku pimpinan tertingi di Kampung atau Desa.

Awak media ini kembali menanyakan dana untuk pembangunan Onderlag sebesar Rp.138.732.000 (Seratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus tigapuluh dua ribu rupiah) itu, bagaimana bisa pekerjaan nya belum selesai seharus nya udah selesai ? Yadi sebagai Sekertaris Desa (Sekdes) Kampung Negri Mulyo menjawab tidak tau, ” Tanya aja sama Kepala Kampung nya,” pungkas Yadi seraya mengakhiri percakapan dengan pewarta media ini siang itu.

Liputan : Usman

Suport By Media KPK Lampung

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *