MKKS Sub Rayon Banjit, SLCC PGRI Way Kanan dan Komunitas Guru Penggerak Inisiasi Implementasi Kurikulum Merdeka

 MKKS Sub Rayon Banjit, SLCC PGRI Way Kanan dan Komunitas Guru Penggerak Inisiasi Implementasi Kurikulum Merdeka

Banjit (29/3/2023) Sebanyak 7 sekolah jenjang SMP Sub Rayon Kecamatan Banjit yang terdiri dari Kepala Sekolah dan perwakilan guru satuan pendidikan masing-masing SMP sub rayon Banjit mengikuti pembukaan In House Training (IHT) Implementasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka (IKM) yang diinisiasi oleh MKKS Sub Rayon SMP Banjit bersama SLCC PGRI Way Kanan dan Komunitas Guru Penggerak (Rabu, 29/3/2023).

Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan yang di wakili Sekretaris Dinas Septa Muktamar, SE.MM secara online tetapi seluruh peserta mengikutnya di aula UPT SMPN 2 Banjit. Selain Kepala Sekolah SMP Se Sub Rayon Banjit (UPT SMPN 1 Banjit, UPT SMPN 2 Banjit, UPT SMPN 3 Banjit, UPT 4 SMPN 4, UPT SMPN 5 Banjit, UPT SMPN 6 Banjit dan UPT SMPN 7 Banjit) juga di hadiri oleh Pengawas Pembina Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan Eny Purwaningsih. kegiatan itu juga menghadiri Tri Bawanto dari PGP Provinsi Lampung sebagai narasumber pemungkas dalam kegiatan IHT yang berpengalaman dalam implementasi kurikulum Merdeka kemudian nantinya masing-masing satuan pendidikan SMP di Sub Rayon Banjit berlanjut pada bulan Mei 2023 yang akan datang dengan narasumber dari SLCC PGRI Way Kanan dan Komunitas Guru Penggerak.

Dalam arahannya Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Septa Muktamar, SE ,MM mengatakan menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan implementasi pembelajaran kurikulum Merdeka bagi para Kepala UPT SMP beserta guru di sub rayon Banjit. “Kegiatan itu sangat strategis untuk menunjang pengetahuan dan wawasan para pelaku pendidikan, sehingga implementasi kurikulum Merdeka pada jenjang Pendidikan SMP menjadi lebih terarah dan maksimal”,jelas Septa.

Sementara itu Aan Frimadona Roza selalu Ketua PGRI Way Kanan dan Pembina SLCC PGRI Way Kanan mengatakan kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang fokus pada materi esensial, sehingga guru tidak buru-buru dalam mengajar.
Guru lebih memperhatikan proses belajar murid dengan menerapkan pembelajaran yang mendalam dan berbasis projek jelas Aan. Ditambahkannya pula oleh Kepala Sekolah UPT SMPN 2 Banjit selaku tuan rumah Wayan Lameg, S.Pd Kegiatan ini dalam sangat penting dalam mendalami proses kurikulum baru yang diterapkan di satuan pendidikan bahwa kurikulum Merdeka juga memberikan jam pelajaran khusus untuk pengembangan karakter melalui kegiatan P5, Ujar Lameg.

Dalam paparannya pemateri dari PGP Provinsi Lampung Tri Wibawanto mengatakan bahwa sebagian sekolah di Lampung sudah melaksanakan kurikulum Merdeka jalur mandiri dengan katagori mandiri berubah. Penerapan kurikulum Merdeka dengan baik untuk itu perlunya guru-guru dalam memperdalam pengetahuannya tentang kurikulum Merdeka melalui pelatihan mandiri seperti yang dilakukan saat ini.

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.
Digiqole ad

Baca Juga

Leave a Reply