Sempat Tergadai, Tangis Umiyati Pecah Saat Menerima Kembali Sertifikat Tanahnya

 Sempat Tergadai, Tangis Umiyati Pecah Saat Menerima Kembali Sertifikat Tanahnya

LAMPUNG SELATAN — Penerima bantuan rumah dari Komunitas Ad’dawah Muhsinin dan Sahabat Mbak Wulan, Umiyati warga RT. 01 Dusun 1 Desa Kotadalam hanya bisa menangis haru saat menerima kembali sertifikat tanahnya yang sempat tergadai dilembaga peminjaman uang.

Setelah ditinggalkan almarhum suaminya 5 bulan yang lalu, Umi yang hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan upah Rp. 20.000/hari, otomatis tidak lagi sanggup membayar cicilan hutangnya kelembaga tersebut.

“Terimakasih saya ucapkan kepada ibu Endang, ibu Wulan dan semua yang sudah membantu saya dan anak-anak saya tidak bisa membalas biarlah Allah yang yang membalasnya,” katanya penuh haru, saat ditemui, Rabu (23/9) sore.

Kepala Desa Kotadalam, Asli Jauhari pun sangat mengapresiasi kinerja relawan yang tidak pernah menjanjikan sesuatu hal yang muluk-muluk tapi langsung eksekusi.

“Rumah ibu Umiyati ini sudah beberapa kali kami ajukan ke program bedah rumah Pemkab Lamsel, tapi belum gol juga padahal sudah ditinjau, diukur dan difoto berkali-kali,” katanya.

Maka kami sangat bersyukur, lanjut Asli, saat ada komunitas yang mau membangunkan rumah untuk ibu Umi karena memang kondisi rumahnya yang lama ini sudah sangat tidak layak dihuni.

Asli Jauhari pun mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap perangkat desa dan warga yang sudah mau bahu membahu membantu percepatan pembangunan rumah ibu Umiyati ini.

“Rumah ini dikerjakan selama 7 hari, dan selama itu warga secara bergantian datang membantu. Ini tentu sangat luar biasa, dan budaya gotong royong ini harus selalu kita jaga,” katanya.

Untuk diketahui, rumah minimalis ibu Umi ini menelan dana sekitar Rp. 18.250.000. Dana tersebut diperoleh dari masyarakat yang dihimpun oleh Komunitas Ad’dawah Muhsinin dan Sahabat Mbak Wulan.

Selain mengcover kebutuhan material, biaya operasional dan akomodasi, dana tersebut juga mengcover instalasi listrik dan pelunasan pinjaman almarhum suami ibu Umi yang membuat sertifikat tanah mereka tergadai. (wd/yus)

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *