Pemkab Tubaba Hadiri Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I Atas 6 Raperda Secara Virtual

 Pemkab Tubaba Hadiri Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I Atas 6 Raperda Secara Virtual

Suaralampung —Tubaba
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menghadiri Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I (satu) atas 6 (enam) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) secara Virtual.

Pemkab Tubaba Hadiri Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I Atas 6 Raperda Secara Virtual

Dari 6 (enam) Raperda yang di bahas pada rapat tersebut merupakan 3 (tiga) Raperda usulan pemerintah kabupaten setempat meliputi. Raperda tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum.
Raperda tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Melalui Penerapan Disiplin dan Protokol Kesehatan Pada Tatanan Normal Baru. Raperda tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Daerah.

Pemkab Tubaba Hadiri Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I Atas 6 Raperda Secara Virtual

Selanjutnya 3 Raperda diantaranya merupakan Raperda Inisiatif DPRD Tulang Bawang Barat, yaitu, Raperda tentang Pariwisata Berbasis Ekonomi Kreatif. Raperda tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Raperda tentang Tata Cara Penyusunan Propemperda berlangsung secara Virtual di ruang Rapat Bupati Tubaba. Selasa (13/7/2021).

Pemkab Tubaba Hadiri Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I Atas 6 Raperda Secara Virtual

Dalam sambutan, Bupati Tubaba yang di wakili Novriwan Jaya. Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, pada berlangsung secara Virtual di ruang Rapat Bupati Tubaba. Selasa (13/7/2021). menyampaikan 6 Raperda tersebut merupakan 3 Raperda inisiatif dan 3 Raperda Usulan. Salah satu di antaranya merupakan perubahan dari Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum.

“Kami sepakat dan sependapat atas masukan, saran, tanggapan serta pertanyaan yang diberikan
terhadap Raperda tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum. Dapat disampaikan bahwa Raperda ini dimaksudkan sebagai petunjuk pelaksanaan bagi Perangkat Daerah penyelenggara urusan dalam rangka menetapkan retribusi menara telekomunikasi serta bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi pada setiap orang tentang perhitungan retribusi pengendalian menara telekomunikasi, sesuai dengan perubahan jumlah kepadatan penduduk dan penambahan jumlah menara telekomunikasi yang tersebar di wilayah kabupaten Tulang Bawang Barat pada Tahun 2021″ Paparnya.

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan komunikasi kepada masyarakat dan menunjang perkembangan industri telekomunikasi, dibutuhkan beberapa hal yang mendukung, salah satunya yaitu pembangunan menara telekomunikasi. Oleh karena itu, untuk menjamin kepastian hukum akibat perkembangan layanan telekomunikasi yang tersebar di Kabupaten Tulang Bawang Barat, maka perlu dilakukan Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2012 tentang tentang Retribusi Jasa Umum.

“Maksud dan tujuan Raperda ini adalah untuk melakukan penyempurnaan terhadap perhitungan tarif retribusi, sehingga dapat meningkatan pendapatan asli daerah dan mendukung iklim investasi, terutama pelayanan dalam rangka pengendalian atas aktivitas pertelekomunikasian yang dilakukan oleh perusahaan- perusahaan telekomunikasi serta sebagai petunjuk pelaksanaan bagi Perangkat Daerah penyelenggara
dalam menetapkan Retribusi Menara Telekomunikasi di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat” Tukasnya.

Selanjutnya terhadap pertanyaan mengenai tatacara perubahan Perda, dapat disampaikan bahwa
berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, Perubahan Raperda hanya menyisipkan atau menambah materi ke dalam Raperda serta menghapus dan mengganti sebagian materi.

“Secara umum Menara Telekomunikasi adalah bangunan-bangunan untuk kepentingan umum yang
didirikan di atas tanah, atau bangunan yang merupakan satu kesatuan konstruksi dengan bangunan gedung yang dipergunakan untuk kepentingan umum. Tarif
retribusi pengendalian menara telekomunikasi berlaku baik terhadap bangunan menara telekomunikasi yang berdiri diatas tanah maupun untuk bangunan menara di atas gedung” Tutur Novriwan. (ADV)

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *