Paket Tender Pembangunan Jembatan Way Papan, Pokja Diduga Cari Kesalahan Peserta

 Paket Tender Pembangunan Jembatan Way Papan, Pokja Diduga Cari Kesalahan Peserta

Paket Tender Pembangunan Jembatan Way Papan di Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun Anggaran 2022 di Dinas PUPR Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) oleh pihak Pokja Diduga mencari cari kesalahan peserta lain untuk memenangkan salah satu peserta lelang.

Hal tersebut nampak terlihat pada paket lelang pekerjaan pembangunan jembatan Way Papan yang dilelang pada aplikasi LPSE Kabupaten setempat pada tahun anggaran 2022 dengan nilai HPS Rp.1.999.891.387,98. Pada lelang paket tersebut di ikuti oleh pihak Perusahan penyedia sebanyak 15 Peserta.

Dari 15 Peserta tersebut hanya 3 Peserta penyedia saja yang memasukan penawaran yaitu CV. Pematang Lubang Rp.1.798.298.404,18 (10,01%) CV. Logakata dengan penawaran Rp.1.911.984.694,63 (4,4%) dan rengking tiga pemenang tender CV.Stek Harmoni menawar dengan harga Rp. 1.938.519.070,09 (3,1%) saja.

Pada tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga yang dilakukan oleh Pokja terhadap tiga perusahan tersebut Pokja menggugurkan pada evaluasi teknis kapeada dua perusahan peserta penyedia, CV. Pematang Lubang yang mendapatkan pringkat satu tersebut digugurkan dengan alasan surat perjanjian sew peralatan yang disampaika itu palsu berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh Pokja terhadap pemberi sewa, begitu juga pada peserta yang mendapatkan peringkat 2 penawaran yaitu CV. Logakata digugurkan dengan alasan nomor seri matrai pada surat perjanjian sewa peralatan sama dengan no seri matrai pada surat perjanjian sewa peralatan peserta lain (CV.Galih Pratama Jaya).

Sedangkan untuk peringkat 3 penawaran atau peringkat terakhir yaitu CV.Stek Harmoni dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh Pokja CV. Stek Harmoni dinyatakan lulus dan ditetapkan sebagai pemenang dalam lelang pekerjaan pembangunan jembatan Way Papan.

Menurut salah satu tim Herli Yanto dari pihak penyedia CV. Pematang Lubang yang di gugurkan karna dugaan surat Perjanjian Sewa Peralatan nomor;406/SPSA/URM-PL/V/2022 yang disampaika itu palsu. Tudingan yang dilakukan oleh Pokja itu semua tidak benar karna surat Perjanjian Sewa Peralatan tersebut langsung ditandatangani langsung oleh Bambang Wahyu Utomo selaku Direktur Utama PT Usaha Remaja Mandiri (URM).

Menurut Herli CV Pematang Lubang telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta saat mengikuti lelang. Namun, CV Pematang Lubang peserta nomor 1 ini dinyatakan tidak Lulus dengan keterangan Bukti dukungan sewa Alat palsu.

Hal ini diungkapkan Herli salah satu tim dari CV Pematang Lubang, saat dihubungi melalui handphone (14/6) malam. Kami juga sudah melakukan sanggah yang dilengkapi dengan bukti surat pernyataan langsung dari Direktur Utama PT Usaha Remaja Mandiri (URM).

Kami sangat berkeberatan atas Evaluasi Pokja yang menggugurkan Tawaran Kami CV Pematang Lubang dengan alasan surat perjanjian sewa alat palsu (terkesan mengada ada). Kami sangat berharap pada Pokja untuk meninjau ulang keputusan ini karena sangat merugikan perusahaan kami.

Gak mungkin kalau kami sanggup untuk melakukan pemalsuan surat perjanjian sewa alat, apa lagi itu merupakan persyaratan teknis yang dipertandingkan dalam tender ini. Itu sama saja perusahan kami bunuh diri. karna kita tau sanksi bagi perusahaan kami apa bila kita melakukan pemalsuan berkas, ujar Herli.

Bambang Wahyu Utomo selaku Direktur Utama PT Usaha Remaja Mandiri (URM) ketika di konfirmasi di rumahnya mengatakan, bahwasanya surat Perjanjian Sewa Peralatan nomor;406/SPSA/URM-PL/V/2022. Antara PT Usaha Remaja Mandiri (URM) denga CV. Pematang Lubang untuk pekerjaan pembangunan jembatan Way Papan di Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah benar benar di keluarkan oleh PT Usaha Remaja Mandiri dan saya selaku Direktur Utama menandatanganinya dan bertanggungjawab atas kebenaran surat Perjanjian Sewa Alat tersebut, ujar Bambang belum lama ini (13/6).

“Surat perjanjian sewa alat itu bener saya yang menandatangani, saya bisa menjamin keaslian surat tersebut, jadi tidak benar tudingan Pokja kalau surat perjanjian sewa alat tersebut palsu, saya siap untuk mengklarifikasi langsung kekantor BPBJ Kabupaten Tuba untuk dihadapkan langsung kepad Pokja” ujar Bambang.

Kalau kita lihat dari kronologis kejadian diatas dan seandainya itu memang benar seperti yang diceritakan pihak CV Pematang Lubang pada Media ini, dengan memenangkan CV Stek Harmoni dalam lelang paket Pembangunan Jembatan Way Papan, pihak Pokja Diduga telah merugikan keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah. Dengan rincian

Dalam Lelang paket Pembangunan Jembatan Way Papan Kecamatan Tulang Bawang Udik dengan nilai HPS Rp.1.999.891.387,98, Sedangkan CV Pematang Lubang dengan penawaran Rp.1.798.298.404,18 dan CV. Logakata dengan penawaran Rp.1.911.984.694,63 digugurkan Sedangkan yang dimenangkan oleh Pokja pada tender lelang pembangunan jembatan Way Papan CV Stek Harmoni menawar dengan harga Rp. 1.938.519.070,09.

Ada selisih harga Rp. 140.220.665,91,(Seratus Empat Puluh Juta Dua Ratus Dua Puluh Enam Ribu Enam Ratus Enam Puluh Lima Rupiah) Ini dalam satu Lelang dan bagaimana dengan Lelang lelang sebelumnya?

Tidak tertutup kemungkinan persoalan ini bisa terjadi pada lelang paket – paket pekerjaan lainya, hal ini bisa dijadikan pintu masuk bagi APH untuk menelusuri berbagai persoalan di paket lelang-lelang sebelumnya.

Beberapa Rekanan lain juga pernah menyampaikan keluhan tentang beberapa persyaratan yang dibuat oleh PPK dan Pokja kepada media Suaralampung.com yang dimana persaratan tersebut sangat memberatkan para penyedia untuk mengikuti tender pekerjaan yang digelar. Sehingga hanya perusahan penyedia tertentu saja yang dapat memenuhi persyaratan yang dibalut oleh PPK dan Pokja, sehingga terindikasi terjadinya persaingan tidak sehat dalam tender yang dilaksanakan di LPSE Kabupaten Tubaba.

Irham selaku pemilik salah satu perusahan penyedia jasa konstruksi yang tidak dapat mengikuti tender pada paket pekerjaan jalan di Tubaba mengeluhkan perusahaannya tidak dapat mengikuti tender karna perusahaanya tidak mendapatkan surat perjanjian sewa alat kepada perusahan – perusahaan pemilik peralatan AMP, hampir semua pemilik AMP yang saya datangi untuk mengajukan sewa alat AMP pada paket lelang pekerjaan konstruksi jalan di Tubaba di tolak dengan alasan yang sangat aneh, ujarnya belum lama ini (14/6).

“Hampir semua perusahaan yang memiliki peralat untuk pekerjaan jasa konstruksi dan biasa memberikan sewa alat pekerjaan konstruksi, kini menolak dan tidak mau memberikan sewa peralatan yang dibutukan oleh pihak penyedia pada pekerjaan kontruksi di Kabupaten Tubaba” ujar Irham.

Menurut Irham persyaratan-persyaratan yang dibuat oleh PPK dan Pokja Tubaba terkesan untuk membatasi pihak penyedia dalam mengikuti tender lelang pekerjaan konstruksi tersebut, sehingga terkesan adanya persaingan tidak sehat dalam lelang tersebut, yang dilakukan pihak PPK dan Pokja dapat mengarah pada perbuatan melawan hukum dengan menyalah gunakan wewenang dan jabatan demi menguntungkan perusahan atau pihak penyedia tertentu dalam paket lelang kontruksi.

Irham berharap kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) agar permasalahan ini dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk melakukan penyelusuran dalam permasalahan yang terjadi pada paket-paket tender pekerjaan jasa konstruksi yang terjadi di Kabupaten Tubaba.

Hingga berita di terbitkan, Pokja Pengadaan dan Kepala UKPBJ Tubaba Belum berhasil di mintai keterangan

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Baca Juga

Leave a Reply